Lawu di Awal abad 20

lawu 1920

Di awal abad 20 Telaga Pasir atau yang lebih dikenal sebagai telaga sarangan ternyata telah menjadi tempat peristirahatan ( rustplaats) orang-orang Belanda.

Kalau saat ini kita melihat Sarangan telah menjadi penuh sesak oleh bangunan penginapan, rasanya agak sulit melihat indahnya Lawu dan Sarangan dalam satu frame yang indah seperti gambar ini.

Mungkin ide menata ulang kawasan wisata  Sarangan penting untuk di pikirkan Pemda Magetan. Agar keindahan dan keasrian kawasan Wisata Sarangan kembali nampak dan menjadi kenangan indah bagi pengunjungnya.

Ibu, Kau Yang Tersayang

IMG_00000003

 

Lebaran tinggal menghitung hari. Tiada yang terpenting di hari nan fitri itu kecuali bertakzim, sungkem dan memohon maaf kepada ibu tercinta. Hari kebahagiaan dan suka cita. Bahagiakan ibunda di hari yang fitri ini.

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya), dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” ( Luqman : 14)

 

Rujakan di Bawah Beringin Kraton

rujakan dibawah beringin

Sepertinya setelah capek berkeliling melihat-lihat kedalam Kraton Yogyakarta, datanglah rasa lapar dan haus. Di halaman depan, dalam benteng Kraton, banyak orang berjualan berbagai macam makanan dan minuman.

Rujak manis memang mengundang selera. Rasa haus dan laparpun sedikit terpuaskan.

Asiknya di Pantai Parangtritis

parang tritis 2

Dari tempat parkir kendaraan, demburan ombaknya sudah terdengar. Walaupun berpantai landai deburan ombak Pantai Parangtritis dikenal cukup kencang.

Bagi yang pertama kali kesana berhati-hatilah, arus balik ombak Parangtritis cukup kencang. Mampu menyeret anda apabila tidak bersiap siaga.

Namun justru itulah sensasi yang dicari para pengunjung disana. Baik anak dan orang dewasa sangat menyukai hentakan dan seretan ombaknya. Memang mengasikkan ……. Allahuakbar.

Bila anda menggunakan kendaraan pribadi, menuju Parangtritis tidaklah terlalu sulit. Masuk pintu Jogja ambil arah ring road, dari sana anda tinggal mengikuti petunjuk arah Parangtritis. Simpel bukan …..

Bagi anda yang menggunakan Bis. Dari Terminal Nggiwangan, dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum yang berjarak kurang lebih 25 km.

Trawas Lembah Nan Elok

Tak terasa kaki melangkah, menembus kabut berbasah embun. Pagi yang indah di lembah Trawas, seakan lupa segala penat. Hanya desau kekaguman atas ciptaan-Nya. Subhanallah ……

Trawas adalah lembah yang diapit oleh dua gunung, yaitu Gunung Welirang dan Penanggungan. Memasuki kawasan lembah ini kita akan disuguhi keindahan bentangan alam dan kenyamanan udara pegunungan yang sejuk segar. Dan di sela-sela keindahan alamnya itu tersimpan puluhan situs purbakala dari masa Mojopahit dan Airlangga yang menjadi saksi sejarah.

Ya Allah …. Ya Mutakabbir, Engkau Yang Memiliki Kebesaran. Hanya Engkau yang sanggup menciptakan ini semua.

Loyal Untuk Satu

Berkurban tidak sekedar menetesnya darah binatang ternak, tidak hanya memotong hewan kurban, namun lebih dari itu. Berkurban berarti wujud ketundu-kan dan ketaatan.

Berkurban merupakan manifestasi bentuk kesabaran atas loyalitas untuk yang satu, Allah swt.

”Daging-daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Hajj:37)