Antara Warna dan Isi

Di era tahun 50-an, rasialisme antara kulit putih dan kulit hitam  masih menjadi penyakit sosial di Amerika.  Di kota New York, pada suatu pagi yang cerah seorang penjual balon sudah mempersiapkan dagangannya. Satu persatu balon diisinya dengan  gas.  Semakin lama balon-balon yang dipajang semakin banyak.

Pada saat dia sedang fokus memajang balon-balon nya, ada seorang anak kulit hitam mengamatinyanya dengan serius.  Anak tersebut  kemudian bertanya,” Pak, apakah balon ini dijual?”  sang penjual menjawab,” iya nak, apakah kamu mau membeli?” si anak bertanya lagi,”apakah saya boleh membelinya?” sang penjual berkata sambil tersenyum, “kenapa tidak? Kamu mau pilih warna apa, nak?” sang anak-pun masih ragu-ragu sambil melihat ke dalam dirinya. Rupanya dia menyadari bahwa dirinya seorang keturunan kulit hitam.

Sang penjualpun menyadari gelagat keraguan sang anak.  Dengan menepuk pundak si anak, sang penjual berkata,”pilihlah warna yang kau sukai.” Si anak masih dengan keraguannya bertanya kembali,”pak, apakah balon yang berwarna hitam itu juga bisa terbang?” sang penjualpun tertawa lebar sambil berkata,” nak, balon itu bisa terbang bukan karena warnanya tapi karena isinya.” Si anak pun dengan riang gembira membawa balon hitam yang dia inginkan sambil meloncat-loncat kegirangan.

Sahabatku, kita  sering kali merasa tidak mampu mencapai sesuatu justru  oleh pemikiran kita sendiri.  Tanpa kita sadari sindrom “anak kulit hitam” seringkali menjangkiti diri kita.  Kita merasa tidak mampu,  takut ditolak, takut akan image orang lain atas diri kita. Padahal orang tidak melihat siapa kita. Tapi orang melihat  bagaimana kita.

Kanjeng Nabi Muhammad saw  mengatakan,

“Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian. Tapi Dia melihat hati dan amal sholeh kalian.”

Sumber gambar:

https://illustrationconcentration.wordpress.com/category/faculty/page/2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s