Hutan-ku yang Semakin Meranggas

Hutan jati ….. ya, itulah kawasan  yang selalu saya tunggu setiap kali mudik. Antara Surabaya hingga Madiun, hanya di Saradanlah kita bisa menemukan sejuknya hutan Jati.

Hutan jati Saradan memang memiliki memori tersendiri bagiku. Karena disitulah ibu saya dulu pernah hidup dimasa remajanya ( 1935-an ).

Dulu saat aku – umur 7 tahun – pertama kali melewatinya, masih terlihat lebat dan memanjang antara Caruban hingga Nganjuk. Saat itupun saya masih bisa melihat burung elang mengangkasa diatas lebatnya hutan jati.

Setiap kali melintasinya, sayapun selalu bertanya kenapa hutan ini semakin sempit? Dan juga menduga, bahwa tahun depan hutan ini akan menyempit lagi. Kadang saya sempat berpikir, akankah hutan ini habis menjadi sawah atau perumahan atau bahkan menjadi kawasan industri? Ohh …. hutanku ….. paru-paruku.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

(QS Ar-Ruum [30]:41).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s