Damainya Desaku

Melihat persawahan menghampar. Padi menghijau bergelombang-gelombang tertiup angin. Duduk di pinggiran pematang, dikejauhan terlihat sebuah dusun diatas gumuk kecil.

Rasanya damai benar hidup ini. …………..

“fabiayyi alai rabbikuma tukadziban” (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Satu pemikiran pada “Damainya Desaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s