Bercengkrama

Alam pedesaan dengan kehidupan sosial yang tenang, membuat interaksi antar personal menjadi lebih santai. Kehidupan-pun tidak terasa terburu-buru.

Bercengkrama di teras rumah dengan anggota keluarga atau dengan tetangga menjadi pemandangan di sore hari selepas melepas penat dari kesibukan mereka di sawah ataupun  setelah setelesai dari urusan perniagaannya.

Obrolan yang menyegarkan , mengalir dari satu topik ketopik yang berbeda terasa menyegarkan jiwa dan memperkaya hati.

“Sungguh, Aku (Allah) mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh, Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku. Sungguh, Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh, aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.” (HR. Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s