Sungai Gandong

Sungai (kali) Gandong, merupakan jejak seribu kenangan bagiku. Banyak waktu di luar jam sekolah kumanfaatkan di sungai ini. Di sungai ini aku mengulang pelajaran sekolah. Di sungai ini aku belajar berenang. Di sungai ini aku berteman dengan berbagai kalangan. Di sungai ini setiap sore aku shalat ashar diatas batu.

Sungai Gandong yang bersumber dibawah Cemoro Sewu diantara Gunung Kendil dan Gunung Sidoramping ini membelah Kabupaten Magetan menjadi dua bagian, utara dan selatan. Sungai ini juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Yang dulunya hutan belantara,  di babad menjadi sebuah desa oleh Ki Ageng Getas atas perintah Ki Ageng Mageti, yang merupakan cikal bakal daerah tersebut. Ki Ageng Mageti kemudian menempati lahan Gandong Kidul (Selatan) disekitar alon-alon Magetan sekarang.

Babad Magetan terjadi saat Sultan Agung Hanyokrokusumo mendekati hampir purna. Pada waktu Amangkurat I berkuasa, kerabat kraton Basah Gondokusumo dan Patih kerajaan Pangeran Nrang Kusumo diusir oleh Sultan Amangkurat I, karena dianggap bersekutu dengan para Ulama. Sementara Pangeran Nrang Kusumo bertapa di lereng timur Lawu, Basah Gondokusumo bersama kakeknya Basah Suryaningrat berjalan menuju dukuh Mageti.

Mereka berdua oleh Ki Ageng Mageti diberi lahan Gandong Lor (Utara) yang sekarang menjadi desa Tambran. Akhirnya setelah melalui serangkaian pembicaraan, dan karena kesetiaannya kepada Mataram, maka  Ki Ageng Mageti menyerahkan seluruh lahan kuasanya kepada Basah Suryaningrat yang merupakan kerabat Kraton Mataram.

Basah Suryaningrat kemudian mewisuda cucunya Basah Gondokusumo menjadi Adipati Magetan yang pertama dengan gelar “Adipati Yosonegoro”. Peristiwa ini terjadi pada 12 Oktober 1675.

Sebagai rasa terimakasihnya kepada Ki Ageng Mageti, maka daerah  yang baru mulai tumbuh  ini diberi nama Kadipaten Magetan. Dan kali Gandong pun  terus mengalir, menjadi saksi  peristiwa demi peristiwa dan pertumbuhan atas  daerah tersebut.

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. adz-Dzariyat 20-21)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s