Surabaya-Ku

Dengan penduduk sekitar 3 juta jiwa, Surabaya menjadi kota terpadat kedua setelah Jakarta dengan penduduk 9,6 juta jiwa. Kepadatan dan arah kota yang menuju metropolis inilah yang membuat Surabaya menjadi semakin melebar.

Dahulu, antara Surabaya dan Sidoarjo terbentang area persawahan mulai dari Gayungan Surabaya hingga Buduran Sidoarjo. Sehingga kalau bepergian ke Sidoarjo terasa banget luar kotanya.

Sekarang, area persawahan dimaksud sudah hilang berganti rumah penduduk, perkantoran dan industri. Melangkah ke Sidoarjo sudah tidak terasa luar kotanya. Antara Menanggal dan Waru sudah seperti tetangga sebelah rumah.

Itulah Surabaya yang semakin padat. Lima Puluh (50) tahun lagi, rasanya rumah pribadi sudah menjadi gaya hidup. Sedangkan saat ini Apartemen/Flat masih menjadi gaya hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s