Di Bawah Kubah Ku Bersujud

Suatu waktu, Rasulullah saw menyaksikan seorang wanita yang sedang memaki-maki pembantunya. Padahal,  si pembantu sedang berpuasa. Menyaksikan kejadian ini, kemudian Nabi mengambil makanan dan berkata, “Makanlah”

Wanita itu berkata, “Ya Rasul, saya ini sedang berpuasa.”

Kemudian Nabi menjawab, “Bagaimana mungkin engkau berpuasa, padahal telah engkau maki pembantumu? Puasa bukan hanya menahan makan dan minum saja. Allah telah menjadikan puasa sebagai perisai, selain makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan tercela yang merusak nilai puasa.”

Dan sambil berlalu, Rasulullah bersabda, “Maa aqalash-shawwaam, wa maa aktsaral jawwaa’ – alangkah sedikitnya orang yang berpuasa, dan alangkah banyaknya orang yang lapar.”

Ya Allah ….. Nuraniku menjerit, tercabit, terhimpit. Dalam galau aku berharap. Ampunan-Mu ya Rabbi.

Dalam Keheningan ku bersimpuh, di bawah kubah ku memanjat, berharap.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s